Agustus 27, 2010

Cukup Itu Berapa..?

Alkisah,
seorang petani menemukan seuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.
Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata 'cukup'.

Si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya.
Diambil beberapa ember untuk menampung uang kaget itu.
Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya,
seluruh tempayannya,
bahkan mengisi penuh rumahnya.

Masih Kurang!

Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.
Belum cukup,
dia membiarkan mata air itu terus mengalir
hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup"

Hampir semua pegawai selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang perngertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.

Semua merasa kurang..kurang dan kurang..

Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya
Cukup adalah persoalan kepuasan hati
Cukup hanya bisa diucapkan orang yang bisa mensyukuri

Tak perlu takut berkata cukup.

Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandek dan berpuas diri.

Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.

Mari kita belajar untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini,
maka kita akan menjadi manusia yang bahagia..

.unknown.





0 komentar:

Posting Komentar