1 September 1988...now...1 September 2010
Tuhan, terimakasih buat 1 tahun lagi yang berlalu..
Terimakasih untuk orangtua yang selalu setia membimbing, mendukung, mendidik, mengayomi, menasehatiku...
Terimakasih untuk seorang kekasih hati yang begitu setia mendampingiku dalam suka maupun duka, mengingatkanku untuk makan,
mengingatkanku untuk berdoa,
dan menggenggam tanganku saat aku takut,
saat aku ragu,
menegurku saat aku salah
dan menyapu tiap tetes air mataku dengan senyumnya...
Terimakasih buat tiap kesempatan dalam setiap detik hidupku,
kesempatan untuk mengenalMu,
mengingatMu,
mendengar pengajaranMu tentang kehidupan..
MengenalMu adalah sebuah Anugerah, Bapa..
Anugerah yang membuat hidupku menjadi indah meski ditengah kegalauan..
Segala yang baik adalah dari Kau,
Kusadari nyata dalam kehidupanku, Bapa..
Beri aku hati yang semakin memandang Engkau,
semakin memahami rancanganMu,
semakin setia,
dan Amin.
Terimakasih buat seorang sahabat Emaus,
yang setia mengingatkanku betapa aku berharga dan indah.
yang memahamiku lebih dari aku memahami diriku,
yang selalu membelaku saat aku dicemooh dan direndahkan,
yang selalu memberi aku kejutan dengan ide-ide konyol dan fantastisnya..
Terimakasih buat adikku,
yang membuat aku belajar bersabar dan berkaca akan diriku di waktu remaja,
semoga aku boleh semakin menjadi kakak yang mengasihi, membimbing, memahami dia..
Terimakasih buat sahabat-sahabatku,
yang setia menerima aku apa adanya dan membuatku merasa berharga saat ada bersama mereka..
Terimakasih buat setiap orang yang setia mendoakanku,
setia mengingatku,
setia menegurku,
setia mengingatkanku
dan setia mendorongku untuk menjadi pribadi yang lebih baik..
Juga terimakasih buat setiap orang yang mencemoohku,
merendahkanku,
membenciku,
karena mereka ada untuk membuatku semakin rendah hati
dan terpacu untuk membuktikan bahwa aku mampu bertahan,
bersamaMu..
Terimakasih buat setiap perkara yang Kau berikan dalam jalan-jalan hidupku,
yang menjadi cara bagiMu untuk membentukku,
mengajarku,
mendidikku,
menjadi semakin serupa gambaran dan kehendakMu..
Tuhan, ini surat cintaku..
Surat sederhana dari putri kecilMu,
kelinci putih kecilMu yang manja..
Maaf jika aku kadang terlalu naif..
Namun aku sungguh ingin bersyukur, Tuhan..
Aku mau..
Karena Engkau, aku ada..
Karena Engkau, aku bertahan..
Karena Engkau, aku Hidup..
Terimakasih, Papaku di Surga..
Terimakasih, Bundaku..
Sudah 22 tahun, Pa..
Aku merindukanMu...
^^




0 komentar:
Posting Komentar