Desember 28, 2010

Pencerahan di Kamar Mandi

Seperti biasa..Aku susah banget disuruh mandi, tapi lalu keasyikan kalau udah bertemu dengan kawan-kawan karib yang namanya shampoo, sabun, dan kroni-kroninya..hahaha...
So, hari ini aku mandi sore (baca:malam), dan menemukan inspirasi menarik mengenai kehidupan.
Aku sedang berpikir mengenai segala yang baik dan buruk,
Hingga terlintas di pikiranku..
Iblis dan Tuhan punya cara yang amat berbeda dalam melihat kita, manusia..si penjelajah kehidupan.
Aku membayangkan bahwa kehidupan ini seperti sebuah permainan, dimana dalam setiap tahapnya kita menemukan berbagai 'clue'
Sepanjang permainan, kita dihadapkan pada berbagai pilihan dan kesempatan.
Dalam pilihan-pilihan yang kita ambil dan kesempatan-kesempatan yang kita temukan, kehidupan kita bentuk.
Nah, bila ku-rewind- kembali berbagai ingatanku tentang pilihan-pilihan dan kesempatan-kesempatan itu, aku menyadari sesuatu..Menyadari kehadiran si Iblis dan kehadiran Tuhan.

Mengapa aku menyebut Iblis dulu baru Tuhan?
Honestly, kita sebenarnya lebih mudah menyadari kehadiran Iblis daripada kehadiran Tuhan. Iblis sukanya datang tak diundang, pulang tak diantar..haha..
Sedangkan Tuhan, Dia sebenarnya tak pernah kemana-mana, Dia selalu ada..Hanya kita lebih sering tak menyadari kehadiranNya. Ia begitu lembut dan manis, sehingga seringkali tak disadari oleh pikiran kita yang terbiasa dengan segala sesuatu yang real, nyata, dan logis.

Nah, hal menarik yang kusadari adalah..
Iblis suka mengganggu kita, mempengaruhi kita, membujuk kita dengan berbagai cara yang manis agar kita tergoda, dan kemudian mengambil pilihan yang salah, yang kita istilahkan dengan 'dosa'.
Mari kita perhatikan, iblis selalu berusaha membujuk kita meninggalkan sesuatu dan memilih sesuatu yang lain,yang lebih 'enak', lebih 'nikmat', lebih 'menguntungkan'..Coba kita telaah lebiiih dalam lagi..apa yang dia ingin kita tinggalkan?
95% hal tersebut adalah sesuatu yang baik untuk kita.
Mengapa iblis menggoda kita untuk meninggalkan ketaatan?Karena ia tau, ketaatan membuat kita berhasil, membuat kita dekat dengan Allah.
Mengapa iblis menggoda kita untuk menanggalkan kekudusan? Karena ia tau, kekudusan adalah syarat utama dan mutlak bagi kita yang ingin menjadi bagian dalam Kerajaan Allah.

Nah, what you think now?
Gimana kalau kita think opposite?
Saat ada godaan muncul, perhatikan...apa yang dia ingin kita tinggalkan lewat godaan itu?
dia ingin kita meninggalkan kejujuran?Maka bertindaklah sebaliknya, jaga kejujuran itu, karena ia tau kejujuran itu adalah harta kita.
atau mungkin dia menggoda kita untuk berlaku ga setia?Sadarilah bahwa hartamu yg satunya lagi, yakni kesetiaan, sedang diincar olehnya.

Nah, kemudian coba kita bandingkan dengan apa yang selalu dilakukan oleh Tuhan..
Apa yang Tuhan ingin untuk ambil dari kita, adalah sesuatu yang menurutnya sudah layak untuk diganti dengan yang LEBIH BAIK..
Tuhan mengambil handphone kesayangan kita lewat pencopet..artinya Ia telah menyediakan sebuah paket kasih, yakni tutorial kesabaran dan keikhlasan, plus Ia telah menyediakan hadiah yang lebih besar dari yang diambil dari kita (apalagi jika kita sukses mempraktekkan tutorial kesabaran dan keikhlasan yang ia Bonus-kan buat kita^^)

Jadi, mari belajar untuk percaya satu hal,
bahwa Tuhan tak pernah menarik sesuatu dari kita, tanpa menyediakan pengganti yang jauh lebih baik.

Sangat kontras perbedaannya,
Si iblis mengambil dan mengincar sesuatu yang BAIK dari kita, untuk memojokkan dan memaksa kita mengambil pilihan yang buruk.
Sedangkan Tuhan mengambil sesuatu, untuk memberikan kepada kita, sesuatu yang LEBIH BAIK.

So, siap berpikir dengan pola baru?
Selalu isi, dan jagai kehidupan ini, dengan segala sesuatu yang BAIK..
Bersiaplah dan berjaga-jagalah..

November 17, 2010

Crush


I hung up the phone tonight
Something happened for the first time
Deep inside
It was a rush
What a rush
’Cause the possibility
That you would ever feel the same way
About me
It’s just too much
Just too much
Why do I keep running from the truth
All I ever think about is you
You got me hypnotized
So mesmerized
And I’ve just got to know

[chorus]
Do you ever think
When you’re all alone
All that we could be
Where this thing could go
Am I crazy or falling in love
Is it real or just another crush
Do you catch a breath
When I look at you
Are you holding back
Like the way I do
’Cause I’m trying, trying to walk away
But i know this crush ain’t going
Away
Going away

Has it ever crossed your mind
When we’re hanging,
Spending time, girl, are we just friends
Is there more
Is there more
See it’s a chance we’ve gotta take
’Cause I believe that we can make this
Into something that’ll last
Last forever
Forever
Why do I keep running from the truth
All I ever think about is you
You got me hypnotized
So mesmerized
And I’ve just got to know
 ----------------------------
My friends says, I'm in a Crush now...
 Then I read this song lyrics,
and still ask...
*huh?*

November 06, 2010

I Give You Praise...!!

Shout of the King is among us..
God lives here, in our praises..
Shout of the King is among us..
Praise Him, Praise Him, Praise Him..
Praise Him in Everything...


Setelah sekian lama berpikir,
Rindu rasanya menulis lagi di jurnal ini
Tiba-tiba, 
Like a flash in my mind
Sewaktu on the flight...sambil dengerin lagu-lagunya Hillsong
Seperti bernostalgia dengan Tuhan, rasanya...

Tuhan,
Hari ini, betapa aku hendak bersyukur..
Tuhan yang sudah ubahkan hidupku,
Menjadi lebih berwarna,
Menjadi lebih menantang,
Menjadi lebih bersemangat...
Aku, 
Kau bangkitkan dari keterpurukanku
Aku,
Kau ingatkan kembali akan kebaikan dan keajaiban tanganMu...
Jika Engkau mampu membangkitkanku dari 'mati suri'nya hidupku
Engkau pasti terlebih lagi sanggup untuk menyempurnakan hidupku
Aku yang sudah merasa tak berguna,
Seperti buluh yang retak dan sumbu yang pudar nyalanya
Tidak Kau patahkan dan tidak Kau padamkan
Tetapi justru Kau pulihkan dengan CintaMu
Betapa aku ini buta,
seringkali tak bisa melihat besarnya Cintamu untukku
Maka, Tuhan..ini rinduku
Celikkan mataku tiap waktu
Buka telingaku tiap saat
Bungkus hatiku dan isilah hanya dengan pengertian yang dari padaMu saja
Engkau yang tau, Tuhan
Seperti apakah hatiku
Engkau yang jauh mengenalku
Bahkan sejak aku belum ada
Indahnya saat aku dapat menyadari betapa ajaib dan hebatnya kejadian-kejadian dalam hidupku
Yang engkau lukiskan dalam hidupku hingga kini

Tuhanku,
Kumohon jangan pernah Kau lepaskan aku
Kumohon jauhkan aku dari segala yang jahat
Kumohon berikan aku hati yang layak untuk dapat menjadi yang Kau kasihi
Kencangkan ikat pinggangku
Dan pasanglah kekangMu dengan erat
Supaya aku dapat Kau tarik setiap saat bila aku mulai lengah oleh dunia

My Jesus,
Sungguh tak terduga seberapa banyak
seberapa dalam
seberapa jauh,
seberapa tinggi,
seberapa besar,
seberapa dasyatnya CintaMu untukku
Unlimited Love,
Cinta yang tak terbatas
itu yang Kau berikan untukku
Berilah aku hati seperti HatiMu, Tuhan
Hati yang mampu mencintai segala yang Kauberikan padaku
pada hidupku, pada keluargaku,
pada masa laluku, maupun masa depanku,
pada pekerjaanku,
pada diriku sendiri sebagai pribadi ciptaanMu

How GREAT is Your Name, Lord
How GREAT is Your Name...

----------
on Flight 
Surabaya - Semarang
October, 25th, 2010
 
 

Oktober 07, 2010

Waiting...


Hmm...
Semakin jarang bisa melihat matamu..
Apalagi untuk bisa membelai lembut pipi dan bahumu...
Tahukan kamu, sayang...
Hari-hari ini aku merasa sunyi..
Hari-hari ini aku merasa sepi...
Bahkan tawa ceria bersama sahabat-sahabatku pun,
tak sanggup ubahkan rasa hampa yg kau tinggalkan di hati ini..

Aku rindu kamu, kasihku...
Sungguh...kuharap kamu pun begitu..

Aku sedih, dan sendiri..
Tapi aku tak mau menangis..
Karena ku tau, tangisku adalah tangismu
dan aku benci melihatmu sedih..

Ingin rasanya aku berlari
meninggalkan si sepi sorang diri
Agar aku bebas dan kembali bermadu dengan suka
Tapi, sayang...
Berulang kali kubilang padamu,
Kasih...Senyummu adalah Energiku..
Seperti matahari bagi bumi
Aku butuh senyummu...
Agar jiwaku kembali merekah seperti fajar
Aku butuh belaimu..
Agar hatiku kembali hangat
Aku butuh ciummu..
Agar aku yakin, bahwa kau masih milikku...

Oh, kekasih jiwaku..
Pulanglah..
Disini lenganku menanti dadamu..
Menanti sandaran bahuku yang paling kurindukan
Menanti peluk hangatmu yang mampu redakan semua resahku...

Ahhh...Jiwaku..
Mampukah kau menahan sedikit lagi waktu
Menahan segenap rasa dan asamu untuk Kasihku..
Jiwaku...
Bersabarlah..
Kasihku pasti pulang..
Dan membawa kembali sang tenang..
Menghangatkan kita dengan senyumnya..

Kasihku...
'Cepat Pulang...' kata jiwaku..
Dengarakah kau, sayang...
Aku dan jiwaku merindukanmu..
Sangat..

September 28, 2010

My Decision...






The hardest thing to learn in life is which bridge to cross and which to burn.
~David Russell~

Hari ini aku harus mengambil sebuah keputusan...
Sudah terlalu banyak kesempatan yang terlewatkan,
sudah terlalu banyak waktu yang tersia-siakan,
sudah banyak pesaing yang mendahuluiku..

Pilihan memang terkadang berat, 
namun untuk Hidup, kita harus selalu memilih, bukan?

Memilih mengerjakan skripsi yang tertunda dan meninggalkan semua pekerjaanku..
Atau memilih menjalani pekerjaanku sementara skripsiku ga kelar-kelar..

Ada banyak alasan untuk memilih Bekerja,
Aku berpenghasilan,
Aku menikmati,
Aku bangga,
Tapi...
Ada lebih banyak alasan untuk memilih Skripsi,
Aku menuntaskan tanggung jawabku,
Membahagiakan Orangtuaku,
Menuntaskan beban yang terus kuseret saat aku bekerja,
Finish this step agar bisa going to the next level,
Menempa diri untuk disiplin,
Belajar managemen diri demi kesiapan yang lebih untuk bekerja lebih baik,
Uang dan Pekerjaan masih bisa dicari..
Tapi waktu yang kubuang untuk menunda tak akan bisa dikembalikan..

C'mon...
I'll never give up..
I'll never give up..

Lord God,
This is my Prayer...
Jika ini adalah yang terbaik,
Berilah aku Hati untuk SETIA
Setia memikul salib yang sudah seharusnya aku panggul,
Menyangkal diri,
dari segala Alasan,
dari segala Kemalasan,
dari segala Keluhan,
dari segala Masalah,
Beri aku Hati yang TEGUH,
untuk menjalani Skripsi ini dengan Kesungguhan
Beri aku Kacamata Kuda-Mu,
agar aku tidak menengok ke Kiri - ataupun ke Kanan
Tapi berjalan Lurus
Bantu aku menentang diriku ini, Tuhan..
Menentang semua 'Alasan Kemanusiawian'
Help Me, GOD...

Take My Hand,
And LEAD me through this Journey...

Agustus 31, 2010

Thank You for This Life, Lord

1 September 1988...now...1 September 2010
Tuhan, terimakasih buat 1 tahun lagi yang berlalu..


Terimakasih untuk orangtua yang selalu setia membimbing, mendukung, mendidik, mengayomi, menasehatiku...

Terimakasih untuk seorang kekasih hati yang begitu setia mendampingiku dalam suka maupun duka, mengingatkanku untuk makan,
mengingatkanku untuk berdoa,
dan menggenggam tanganku saat aku takut,
saat aku ragu,
menegurku saat aku salah
dan menyapu tiap tetes air mataku dengan senyumnya...

Terimakasih buat tiap kesempatan dalam setiap detik hidupku,
kesempatan untuk mengenalMu,
mengingatMu,
mendengar pengajaranMu tentang kehidupan..
MengenalMu adalah sebuah Anugerah, Bapa..
Anugerah yang membuat hidupku menjadi indah meski ditengah kegalauan..
Segala yang baik adalah dari Kau,
Kusadari nyata dalam kehidupanku, Bapa..
Beri aku hati yang semakin memandang Engkau,
semakin memahami rancanganMu,
semakin setia,
dan Amin.

Terimakasih buat seorang sahabat Emaus,
yang setia mengingatkanku betapa aku berharga dan indah.
yang memahamiku lebih dari aku memahami diriku,
yang selalu membelaku saat aku dicemooh dan direndahkan,
yang selalu memberi aku kejutan dengan ide-ide konyol dan fantastisnya..

Terimakasih buat adikku,
yang membuat aku belajar bersabar dan berkaca akan diriku di waktu remaja,
semoga aku boleh semakin menjadi kakak yang mengasihi, membimbing, memahami dia..

Terimakasih buat sahabat-sahabatku,
yang setia menerima aku apa adanya dan membuatku merasa berharga saat ada bersama mereka..

Terimakasih buat setiap orang yang setia mendoakanku,
setia mengingatku,
setia menegurku,
setia mengingatkanku
dan setia mendorongku untuk menjadi pribadi yang lebih baik..

Juga terimakasih buat setiap orang yang mencemoohku,
merendahkanku, 
membenciku,
karena mereka ada untuk membuatku semakin rendah hati
dan terpacu untuk membuktikan bahwa aku mampu bertahan,
bersamaMu..

Terimakasih buat setiap perkara yang Kau berikan dalam jalan-jalan hidupku,
yang menjadi cara bagiMu untuk membentukku,
mengajarku,
mendidikku,
menjadi semakin serupa gambaran dan kehendakMu..

Tuhan, ini surat cintaku..
Surat sederhana dari putri kecilMu,
kelinci putih kecilMu yang manja..

Maaf jika aku kadang terlalu naif..

Namun aku sungguh ingin bersyukur, Tuhan..
Aku mau..
Karena Engkau, aku ada..
Karena Engkau, aku bertahan..
Karena Engkau, aku Hidup..

Terimakasih, Papaku di Surga..
Terimakasih, Bundaku..

Sudah 22 tahun, Pa..
Aku merindukanMu...
^^ 



Agustus 27, 2010

Cukup Itu Berapa..?

Alkisah,
seorang petani menemukan seuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.
Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata 'cukup'.

Si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya.
Diambil beberapa ember untuk menampung uang kaget itu.
Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya,
seluruh tempayannya,
bahkan mengisi penuh rumahnya.

Masih Kurang!

Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.
Belum cukup,
dia membiarkan mata air itu terus mengalir
hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup"

Hampir semua pegawai selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang perngertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.

Semua merasa kurang..kurang dan kurang..

Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya
Cukup adalah persoalan kepuasan hati
Cukup hanya bisa diucapkan orang yang bisa mensyukuri

Tak perlu takut berkata cukup.

Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandek dan berpuas diri.

Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.

Mari kita belajar untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini,
maka kita akan menjadi manusia yang bahagia..

.unknown.